Istana Madu An-Ni'mah

Mitos Cara Mengetes Madu

 Mitos Cara Mengetes Madu Murni



Anda pasti pernah mendengar orang mengatakan begini dan begitu tentang cara menguji keaslian madu. Informasi tersebut tersebar dari mulut ke mulut menjadi sesuatu yang diyakini kebenarannya. Padahal, banyak dari informasi-informasi tersebut hanyalah mitos atau paling tidak adalah kesalahan persepsi saja. Mitos kuat yang beredar di masyarakat seputar cara mengetes madu murni pada hakekatnya tidak bisa dijadikan standar, diantaranya: madu asli tidak didatangi semut, korek api yang dicelupkan ke dalam madu asli akan tetap bisa menyala, kertas koran yang ditetesi madu asli tidak tembus cahaya, madu murni tidak tembus saat diteteskan di atas kain kasa, tidak tumpah saat dituang dari botol, telur mentah menjadi setengah matang saat dicampur madu asli dan tidak berbau amis, tetap menggumpal atau tidak menyebar saat dituang ke dalam air, tutup meletup saat dibuka, madu murni sesuai SNI, bila dituang ke dalam air akan membentuk pola sarang lebah, tidak mengristal (menggumpal) bila disimpan dalan kulkas (freezer), dll.
Memang semua informasi tersebut tidak semuanya salah, ada sebagian yang benar. Berikut beberapa penjelasannya.
 

Mitos Cara Tes Madu Murni (Madu Asli)

1. Mitos madu murni tidak didatangi semut

Mitos ini tidak benar. Dimaklumi semut sangat menyenangi gula, dan madu mengandung gula (fruktosa) oleh karena itu semut sangat suka madu dan salah satu hama dan musuh sarang madu lebah adalah semut. Contoh, semut merah besar sangat menyukai sarang lebah Trigona atau semut hitam kaki panjang menyukai madu hutan. Ada yang bertanya mengapa sarang lebah tidak didatangi semut? Jawabannya, sarang lebah selalu dijaga oleh si lebah, oleh karena itu semut tidak bisa mengganggu.
Tetapi ada benarnya bahwa madu asli tidak didatangi semut, alasannya karena madu tersebut sudah rusak, misalnya telah mengalami fermentasi. Madu yang telah mengalami fermentasi akan mengandung etanol dan semut tidak suka etanol.

2. Mitos madu murni tidak dapt menyebar saat dituang dalam air

Kenyataannya madu murni yang kadar airnya diatas 24% akan terlihat menyebar saat dituang dalam air. Ini masalah kepekatan. Bila madu kurang pekat karena kandungan airnya masih tinggi tentulah akan mudah bercampur dengan air bila dituang ke dalamnya.

3. Mitos madu murni tidak membeku

Benarkah madu murni tidak membeku atau mengristal saat disimpan dalam kulkas/freezer. Kenyataannya, setiap madu murni memiliki kandungan air, jika dimasukkan ke dalam kulkas maka madu murni akan bertambah kental. Sebagian madu murni dari sumber nektar tertentu seperti bunga karet atau sejenisnya, lama kelamaan akan mengristal menyerupai gula pasir meskipun tak disimpan dalam kulkas. Patut dicurigai jika Anda menyimpan madu lalu keseluruhan madu membeku.

4. Mitos madu murni sesuai SNI

Kenyatannya SNI tidak dapat dijadikan standar madu murni sepenuhnya. Contoh, aktivitas enzim diastase berdasar SNI minimal 3 DN dan kadar sukrosa dibawah 5%, faktanya aktivitas enzim diastase madu murni yang diambil langsung dari hutan rata-rata di bawah 1,5.

5. Korek api yang dicelupkan ke dalam madu asli masih bisa menyala

Madu tidak sama dengan air. Menyelupkan korek api ke dalam madu tidak akan membuat korek api menjadi basah seperti basah tercelup dalam air, jadi wajar jika korek api masih dapat menyala. Lagi pula tetap tergantung pada kadar air madu, semakin encer atau kadar air tinggi maka korek api akan basah dan tidak akan menyala.

6. Kertas koran ditetesi madu tidak tembus cahaya

Pernahkan anda menguji meneteskan larutan gula pekat yang kepekatannya sama dengan madu? Hal yang sama akan terjadi.
Ilmu pengetahuan telah berjuang selama puluhan tahun untuk mengembangkan tes berbasis ilmiah yang dapat diandalkan untuk mengidentifikasi adulterants dan gula yang ditambahkan ke madu. Sampai saat ini tidak ada analisis yang handal yang bisa dilakukan di rumah yang dapat dengan mudah mengidentifikasi gula yang ditambahkan ke dalam madu. Satu-satunya metode yang dapat diandalkan untuk menguji kemurnian/keaslian madu saat ini adalah AOAC (Stable Carbon Isotope Ratio Analysis). Metode yang engukur rasio istop carbon stabil 13C/12C antara protein dan senyawa gula dalam madu. Jika nilainya kurang dari  1‰ maka madu tersebut masih murni*.
 

7. Madu yang dituangkan ke dalam piring berisi air dan diputar/digoyangkan akan membentuk motif sarang lebah / hexagonal

Pengujian seperti ini juga tidak benar, karena cairan gula atau sirup kurma yang kental juga akan membentuk motif sarang lebah jika dituangkan dalam piring beirisi air dan digoyangkan atau di putar.

Bagaimana cara mengetahui madu yang anda beli benar-benar asli?

Berikut ini beberapa tip bila Anda akan membeli madu:
  1. Hampir mustahil mengetahui keaslian madu murni dengan pengujian-pengujian yang telah disebutkan sebelumnya. Tetapi semua informasi diatas itu bisa dijadikan acuan awal untuk menguji kemurnian madu, meskipun tidak menjamin 100% ketepatannya. Tidak ada cara yang akurat selain membeli sendiri dari orang yang anda kenal dan dapat dipercaya atau membelinya langsung ke petani lebah.
  2. Madu asli tidak membuat badan panas meskipun diminum dalam dosis berlebih. Bila badan anda panas setelah meminum madu ini bisa menjadi indikator madu telah dicampur gula sintetis.
  3. Manisnya madu tidak membuat sakit gigi. Jika anda memiliki keluhan sakit gigi maka anda punya alat uji yang bagus untuk menguji keaslian madu. Rutin mengonsumsi madu asli tidak akan membuat sakit gigi anda kumat. Tetapi jika setelah mengonsumsi madu tiba-tiba sakit gigi anda kumat maka bisa jadi madu telah dicampur gula sintetis. Logika ini bersesuaian dengan poin nomor 2, yaitu, bahwa sakit gigi akan kumat bila tubuh anda “panas”.
  4. Jika anda terbiasa mengonsumsi madu asli, maka anda bisa mengandalkan indera pengecap dan indera penghidu untuk mengenali rasa dan aroma madu murni yang khas.
Anda memiliki pengalaman tentang cara menguji keaslian madu? Bagilah kepada kami melalui kotak komentar, kami akan sangat senang mengetahuinya.
*Bacaan lanjut: Padovan, G.J., Rodrigues, L.P., Leme, I.A., Jong David, D., Marchini, J.S., 2007.   Presence of C4 sugars in honey samples detected by the carbon isotope ratio   Measured by IRMS. Eurasian Journal of Analytical Chemistry, 2:134-141


Sumber: biomedisiana . com dan sunting oleh : Madu An-Nikmah
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Istana Madu An-Ni'mah | Istana Madu Murni An-Ni'mah | Mas Rudy
Copyright © 2011. Istana Madu Murni Blitar - All Rights Reserved
Template Created by Mass Rudy Published by Istana Madu An-Ni'mah
Proudly powered by Intifada Computer